Kamis, 11 September 2025

12 September 2025

Hai Indi...

Udah lama gak nulis di blog setelah beberapa kejadiaan di 2 tahun belakang

Ind, aku mau cerita. Aku bingung. Aku gak tau mau curhat ini ke siapa. Aku punya beberapa teman, tapi aku takut dengan respon mereka. Aku takut, aku tidak menemukan solusi apapun setelahnya dan aku juga masih harus menghadapi diriku yang aku pun gak ngerti.

Berawal dari pelantikanku di bulan Juni, di hari itu aku merasa tidak bahagia. Tidak seperti kebanyakan dari mereka yang bahagia saat dilantik, aku tidak merasa demikian. Orangtuaku memang hadir menemani, tapi mereka hanya menunggu dan tidak ikut turut mendampingi. Tidak ada sesi foto seperti kebanyakan orang, tidak ada bunga ataupun sekedar ucapan selamat yang menghampiri saat itu, dan teman"ku yang berharap hadir, tidak jadi datang karena ada acara lain dan aku tidak memaksakan itu.

Aku diterima Ind, di salah satu kabupaten yang sebenarnya tidak cukup jauh dari tempat aku tinggal. Seminggu setelah pelantikan, setelah mengurus berbagai berkas dan orientasi, akhirnya aku mulai bekerja dan mulai tinggal sendiri di kos. Anak baru seperti pada umumnya Ind, sendiri. Aku gak bisa Ind, sulit bagiku untuk berteman bila mereka pun tidak membuka diri. Dan aku terima itu. Aku sempat merasakan berada di salah satu ruangan selama 1 bulan, sebelum akhirnya aku dipindahkan ke ruangan lain. 

Aku tidak tau Ind kapan tepatnya gejala ini aku rasakan. Aku begitu merasakan berat di hatiku. Aku ngerasa hampa dan kesepian. Sejujurnya Ind, aku punya seseorang yg aku sayangi saat ini tapi dia jauh, tapi harapku untuknya, ia bisa menemani kesendirianku saat berada jauh dari orang" terdekatku. Kesendirian ini Ind, tidak bisa digambarkan sama seperti saat aku masih di tempat tinggalku dahulu. Aku berpikir, bukannya sama aja kondisiku saat ini sebelum pindah dan saat ini. Tapi kenapa Ind, aku ngerasa begitu hampa?

Kondisi yang aku rasakan saat ini membuatku begitu sulit tidur dan sulit bangun. Aku yang biasanya selalu menjalankan sholat malam, saat ini begitu sulit untuk beranjak bangun. Dan bila setelah subuh, aku kembali mematikan lampu, merasakan gelap, seolah aku tidak ingin hari berganti pagi, aku ingin gelap selalu menyelimuti. Aku begitu malas bekerja dan sepulang kerja aku terlalu banyak bermalas"an. Berapa kali aku sering menumpuk cucian piring, menumpuk setrikaan baju. Kamar juga aku biarkan berantakan, sampah dimana", banyak benda tidak aku bereskan. Aku tidak mengerti dengan diriku. Apa yang aku rasakan saat ini?

Orang yang aku anggap bisa menemaniku itu, justru tidak pernah ada untukku Ind. Aku capek. Aku hampa. Aku kesepian. Aku gak tau Ind, apa yang harus aku lakukan untuk mengobatiku. Aku gak tau apa yang kurang?

Sabtu, 30 November 2024

Last Month in 2024

Besok adalah bulan terakhir di tahun 2024. Aku tidak ingin recap apapun di tahun 2024 ini, tapi aku hanya ingin mengakhiri 2024 ini dengan Indira yg baru. 

Aku sangat bersyukur bila kamu sdh benar" pergi saat ini. Dan aku sdh mengizinkan kamu pergi, jd jgn ada kesempatan apapun utk kembali. 

Aku jg berharap di bulan terakhir ini adalah masa utk mengubah diri menjadi lebih baik sebelum bertemu tahun yang baru.

Bismillah..

Selasa, 02 Mei 2023

Old Memory

Hari ini, seketika aku mengingat masa lalu.

Teringat dulu begitu bahagia.

Rasanya senyum dan tawa saat itu begitu manis dan nyata.

Mengapa saat ini senyum dan tawa itu berubah menjadi sesuatu yg aneh?

Apa yg membuat dulu sangat berarti dan membahagiakan?

Seketika aku rindu masa itu.

Masa dimana sosok itu sangat berarti dan dirindukan. Apa karena jarak yg memisahkan sehingga masa itu menjadi yg paling manis?

Apa karena sekarang menjadi begitu dekat sehingga rasa itu telah pupus?

Aku rindu, aku rindu saat itu.

Tak ada satu pun kata maupun sikap kasar.

Akukah? Atau dia yg berubah?

Rasanya aku ingin melihat kembali momen itu.


Sabtu, 27 November 2021

Kebahagiaan

 "Jangan berusaha menjadi beda hingga menghalalkan segala cara. Cintai diri anda secukupnya; cukup untuk membuat anda hidup, tetapi tak menghilangkan rasa rendah hati." Salah satu kalimat yang harus digarisbawahi dari sebuah buku yang aku baca. 

Tapi dulu aku menghalalkan segala cara untuk dapat cinta dari orang lain, untuk dapat pengakuan dari orang lain. Begitu sulitnya untuk berteman atau hanya ingin sedikit membanggakan orangtua dengan keberhasilan anaknya, aku lakukan apapun. Tapi benar adanya, setelah mendapatkan teman dan sedikit pengakuan dari orangtua, apa aku bahagia? Sama sekali tidak. Rasanya itu hanyalah orang lain yang sedang berpura-pura. Aku tetaplah aku. Mencoba sempurna, tetapi sebenarnya hanyalah seseorang yang rapuh, yang butuh pertolongan. 

Entah sampai kapan kepura-puraan ini akan berakhir. Aku ingin jadi diri sendiri, tanpa harus kehilangan teman, tanpa harus mengecewakan orangtua berulang kali dengan kegagalan. Aku ingin kegagalan bukanlah sesuatu yang jahat. Kegagalan bukanlah dosa. Tetapi kenapa kegagalan membuatku seolah kehilangan segalanya.

Kamis, 29 Juli 2021

Terdampak

Hmm, kali ini cuman ingin cerita sedikit klo ternyata derita mereka yg TERDAMPAK itu sangat tidak menyenangkan. Dulu ketika ada rekan kerja yg mengalaminya, dengan mudahnya kita bilang sabar y, minum vitamin, jgn stres. Ternyata gak semudah itu. Ketika org lain mencibir dr belakang, ketika orang lain pura" care, ataupun ketika orang lain perlahan menjauh krna takut. 

Minggu, 26 April 2020

Ulah

27 April 2020 1:17
Sebenarnya pengen cerita ini kemarin, cuma karena sedang dilanda badai, jadi dibawa tidur supaya badainya gak keterusan.

Kemarin malam tepatnya, entahlah ... padahal biasanya baik-baik aja. Walaupun keadaan jg masih belum normal. Aku gak tau kenapa? Tiba-tiba gak mood lagi, padahal ingin.
Kenapa sih hari ini berulah lagi? Hari ini kumat lagi? Astaga .......... Ngucap in


Jumat, 24 April 2020

25 April 2020

Hari ini adalah hari kedua puasa Ramadhan, Alhamdulillah
Tapi kebetulan, aku tidak menjalankannya karena jadwal bulanan. Hehe 😁

Sebenarnya pengen cerita sesuatu tapi bingung. Bingung karena harapannya cerita ini bisa ada yang lihat, bisa ada yang dengar, bisa ada yang ngasih saran. Tapi malah cerita di blog, gak ada pula yg baca 🤣🤣🤣 Siapa jg yg mau baca isinya curhatan semua ya kan?

Oke, cerita yang pertama.
Aku seminggu yg lalu melakukan kesalahan yang mungkin sangat" fatal. Aku gak sengaja ngebentak orang yang aku sayang. Alhasil sampai hari ini, aku gak berani untuk melihat wajahnya. Hmm, terlalu bodoh. Iya emang. Kalo kalian ada saat itu, pasti kalian bakal ngejauhin aku karena sifat ini. Astagfirullah... aku emang kasar ya? Kenapa aku bisa ngebentak kayak gitu? Aku sebenarnya pengen minta maaf, tapi aku takut, aku takut permintamaafan aku sia-sia, dan aku juga gak mau klo kesalahan ini terulang lagi. Aku jg pengen ngungkapkan saat itu kenapa tiba" dan gak sengaja ngebentak, tapi rasanya mulut ini susahhh banget untuk ngomong. Jujur, aku adalah introvert kronis, sangat sangat memendam masalah sendirian. Entah kenapa, gak pernah jujur sama diri sendiri, apalagi orang lain. Gak ada satupun orang yang tau aku kenapa, aku bahagia atau enggak, ada cerita apa hari ini, gak ada yang tau kecuali Allah, bahkan keluargaku sendiri. 😣😣
Dan sampai hari ini, aku masih dengan keadaan yg sama. Aku pengen, pengen dekat lagi. Aku mau dia manggil nama aku lagi, aku pengen keadaan yg normal lagi. Aku kangen beliau ... Sangat sangat rindu dia. Aku minta maaf ..

Cerita kedua..
Hari ini kebetulan aku libur. Jadi gak ada yg bangunin, karena suasana masih tidak normal. Akhirnya aku sakit kepala. Tapi sakit kepala ini sudah terlalu sering. Walaupun kadang tidak terlalu sakit, tapi aku selalu konsumsi obat bila sakit kepala. Padahal tensi bagus, gula darah bagus, kolesterol juga bagus, tapi terlalu sering sakit kepala ini apakah baik? Jelas enggak kan

Oke, lanjut, cerita ketiga
SKB diundur lagi. Hmm, berharap waktu ini dapat aku manfaatkan sebaik-baiknya, aku sangat ingin lulus. Karena... aku pikir... aku udh gak berguna lagi di tempat kerjaku saat ini. Kenapa? Karena jujur aku gak ngapa"in. Cuman duduk manis, hmm, sebenarnya gak boleh kan? Makanya, aku harap aku lulus dengan nilai yg palingggg tinggi. Aaamiin ...
Aku sama sekali tidak meremehkan 5 orang sainganku yg lain, karena jelas pasti mereka jg pintar, dan mungkin saja otak mereka masih lancar karena tempat bekerja mereka yg sesuai. Lah aku 😓😓 Sudahlah, lupakan lupakan. Yang paling penting sekarang adalah gunakan waktu untuk belajar ini sebaik mungkin.

Well, akhirnya, tiga cerita hari ini
Terima kasih telah mendengarkan ceritaku ini. Semoga ketiganya berakhir bahagia